/Beroperasi 2022, LRT Jabodebek Hadirkan Fasilitas Ramah Guna Dukung Mobilitas Masyarakat

Beroperasi 2022, LRT Jabodebek Hadirkan Fasilitas Ramah Guna Dukung Mobilitas Masyarakat

LRT jabodebek ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2022. Progress pembangunan kini telah mencapai 94,36 persen dan tak akan lama lagi, salah satu moda transportasi massal yang sangat dinantikan ini dapat mendukung kegiatan bertransportasi masyarakat yang aman, nyaman dan bebas macet.

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Joni Martinus mengatakan LRT jabodebek merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan dengan hadirnya LRT jabodebek yang sangat dinantikan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan bertransportasi masyarakat yang aman, nyaman dan bebas macet.

Pengoperasian LRT sudah dipersiapkan segala sesuatunya oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) baik dalam hal sarana, prasarana, fasilitas pelayanan penumpang maupun perizinan lainnya yang diperlukan

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Joni Martinus mengatakan dari sisi akses stasiun, stasiun LRT Jabodebek memiliki keunggulan karena akan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum.

“Misalnya Stasiun Dukuh Atas, lokasinya berada di dekat Stasiun KRL Sudirman, Stasiun MRT Dukuh Atas BNI, Stasiun KA Bandara BNI City, halte Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya,” ujar Joni, Rabu (15/9/2021).

Menurut KAI Joni Martinus, stasiun-stasiun LRT Jabodebek berdekatan tidak jauh dari titik moda transportasi umum lainnya sehingga akan memudahkan pelanggan yang akan menggunakan transportasi umum lanjutan.

“Selain itu guna memberikan kemudahan dalam menggunakan LRT nantinya masyarakat dapat memanfaatkan Kartu Uang Elektronik [KUE] Transportasi yang sudah ada misalnya KMT, kartu uang elektronik ataupun dompet digital,” tambah dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, nantinya akan terdapat 18 stasiun LRT Jabodebek yang akan melayani mobilitas masyarakat dengan alat transportasi tersebut

18 stasiun tersebut yaitu Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi, Rasuna Said, Kuningan, Pancoran, Cikoko, Ciliwung, Cawang, TMII, Kampung Rambutan, Ciracas, Harjamukti, Halim, Jatibening Baru, Cikunir I, Cikunir II, Bekasi Barat, dan Jatimulya.

Stasiun LRT Jabodebek dilengkapi beberapa fasilitas akses berupa eskalator, tangga, dan lift, toilet, ruang menyusui, musala, ruang kesehatan, Passenger Information Display System (PIDS), passenger announcement, dan CCTV.

Stasiun LRT juga terdiri dari 2 tipe yaitu tipe Interchange Station yaitu Stasiun Cawang dan tipe Typical Station untuk 17 stasiun lainnya.

“Interchange Station terdiri dari 3 lantai dimana lantai 1 yaitu area boarding dan komersial, lantai 2 area peron, dan lantai 3 adalah area komersial. Sedangkan untuk tipe Typical Station terdiri dari 2 lantai, dimana lantai 1 adalah area boarding dan lantai 2 merupakan area peron,” terang Joni.

Joni mengungkapkan, Bersama pemerintah. KAI berupaya menghadirkan stasiun LRT Jabodebek yang ramah untuk memudahkan pelanggan disabilitas dalam melakukan mobilitas dengan menghadirkan lift, gate, toilet khusus disabilitas, serta tactile.

KAI juga sudah menyiapkan petugas yang siap sedia melayani pelanggan untuk mengoptimalkan layanan di stasiun. Petugas tersebut meliputi pengawas stasiun, loket, passenger service, cleaning service, kesehatan, dan security.