/Daftar Proyek Infrastruktur Termahal Bernilai Ratusan Triliun di Era Jokowi

Daftar Proyek Infrastruktur Termahal Bernilai Ratusan Triliun di Era Jokowi

Pemerintah telah mencanangkan sejumlah proyek infrastruktur untuk dapat diselesaikan selama masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga akhir masa jabatannya di tahun 2024 mendatang.

Dikutip dari laporan Komisi Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) per semester II/2021, berdasarkan Permenko No.5 Tahun 2017 disebutkan bahwa terdapat 37 Proyek infrastruktur dengan total nilai investasi mencapai Rp2.665,48 triliun. Daftar PIP termasuk proyek Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) sejumlah 15 proyek sehingga total proyek menjadi 51 proyek.

Proyek Infrastruktur Prioritas (PIP) tersebar di berbagai wilayah yakni diantaranya wilayah sumatera terdapat sebanyak 19 PIP dengan nilai investasi Rp400,55 triliun. Kemudian di kalimantan terdapat 4 PIP dengan nilai investasi Rp384,18 triliun. Selanjutnya di jawa terdapat PIP 18 proyek dengan nilai investasi Rp639,18 triliun.

Tak hanya itu, PIP juga terdapat di wilayah Sulawesi yang berjumlah 4 PIP dengan nilai investasi Rp384,18 triliun. Kemudian Maluku dan Papua dengan 2 PIP senilai Rp428,66 triliun, serta 5 PIP merupakan proyek nasional dengan nilai investasi Rp761,08 triliun.

Berikut ini daftar proyek infrastruktur termahal di era Pemerintahan Presiden Jokowi :

1. Jalan Tol Trans Sumatra

Jalan tol yang ditargetkan akan dibangun sebanyak 11 ruas jalan dengan panjang mencapai 2.812 kilometer ini ditaksir menelan anggaran sebesar Rp538 triliun. Bahkan, total nilai investasi yang akan digelontorkan pemerintah dalam pembangunan tahap I dari jalan tol tersebut kabarnya mencapai Rp206,4 triliun

Jalan Tol Trans Sumatra sepanjang 304 km akan menghubungkan Pulau Sumatra dari Aceh hingga Bakauheni. Pembangunan tahap I terdiri dari 8 ruas yang meliputi empat ruas awal Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, Bakauheni-Terbanggi Besar dan dan empat ruas tambahan Terbanggi Besar-Pematang Panggang, Pematang Panggang-Kayu Agung, Palembang–Tanjung Api-Api dan Kisaran–Tebing Tinggi.

2. Kilang Minyak Bontang

Proyek pembangunan Kilang Minyak yang berada di Kota Bontang, Kalimantan Timur ini merupakan salah satu dari 3 proyek kilang minyak yang masuk dalam proyek infrastruktur prioritas dengan biaya jumbo.

Pasalnya, Kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) ini ditaksir akan menggelontorkan investasi senilai Rp197,6 triliun.

Dalam laporan KIPP disebutkan perkembangan proyek terakhir masih berada pada status transaksi dan dilaporkan membutuhkan tambahan pendanaan atau alternatif pendanaan lain.

3. Kilang Minyak Tuban

Tak hanya Kilang Minyak Bontang, proyek Kilang Minyak Tuban yang terletak di Jawa Timur ini juga menjadi salah satu kilang minyak raksasa dengan biaya jumbo yang ditaksir membutuhkan investasi senilai Rp238,3 triliun. .

Proyek Kilang Minyak Tuban merupakan proyek ekspansi dari fasilitas kilang yang telah ada sebelumnya. Dalam laporan KPPIP, proyek ini telah memasuki tahapan konstruksi, tapi membutuhkan dukungan pemerintah pada tahap perencanaan dan penyiapan proyek.

4. Proyek RDMP Pertamina

Proyek peningkatan kapasitas dan peningkatan kualitas pengolah atau refiinery development master plan (RDMP) tercatat menjadi proyek dengan nilai fantastis. KPPIP mencatat proyek itu akan menyerap investasi senilai Rp411,1 triliun. Proyek yang terbesar di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Timur ini tercatat telah memasuki tahapan konstruksi, tapi proyek-proyek tersebut dilaporkan membutuhkan tambahan pendanaan atau alternatif pendanaan lain.

5. Proyek Masela dan IDD

KPPIP juga mencatat, proyek strategis nasional lain di era pemerintah Joko Widodo yang membutuhkan biaya investasi besar lainnya adalah Pengembangan Lapangan Abadi Masela di wilayah kerja Masela dengan investasi Rp287,9 triliun, proyek Indonesia Deepwater Development Project (lDD) senilai Rp124,8 triliun, Proyek Tangguh LNG Train 3 senilai Rp104,7 triliun.

6. PLTU Mulut Tambang

Di sektor kelistrikan, terdapat dua proyek dengan nilai investasi jumbo yakni PLTU Mulut Tambang dengan PJPK PT PLN (Persero) senilai Rp210,86 triliun, pembangkit listrik tenaga gas di 18 provinsi dengan total nilai investasi Rp302,12 triliun.

7. Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Tak hanya di sektor kelistrikan, di sektor transportasi juga memiliki proyek jumbo dengan nilai yang fantastis yakni pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Total investasi KCJB adalah sebesar US$6,07 miliar atau setara Rp85,41 triliun.