/Ditargetkan Beroperasi 2023, PUPR Minta Konstruksi Jalan Tol Cisumdawu Dipercepat
Dok. ANTARA FOTO

Ditargetkan Beroperasi 2023, PUPR Minta Konstruksi Jalan Tol Cisumdawu Dipercepat

Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan dapat beroperasi pada Januari tahun 2023 mendatang.

Guna mencapai target tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut pihaknya meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mempercepat penyelesaian ruas tol tersebut agar bisa dilalui masyarakat yang ingin melakukan liburan tahun baru.

Menanggapi permintaan Menteri PUPR, Direktur Teknik Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Bagus Meidi menargetkan pengerjaan konstruksi Tol Cisumdawu seksi I hingga seksi VI bisa tuntas pada Januari 2023.

Pengerjaan tol sepanjang 60,1 kilometer (Km) ini sempat mengalami keterlambatan akibat intensitas curah hujan yang tinggi di lokasi proyek dalam tiga bulan terakhir.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Kementerian PUPR pun telah meminta BUJT Citra Karya Jabar Tol mengganti material konstruksi dengan material yang bisa digunakan saat musim hujan sebagai upaya mempercepat penyelesaian konstruksi jalan tol untuk menghindari keterlambatan yang lebih lama.

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR pada Senin (28/11/2022), Basuki memastikan BUJT telah menyetujui permintaan tersebut meski adanya peningkatan investasi.

Jalan Tol Cisumdawu yang dibangun melalui skema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan biaya konstruksi Rp5,5 triliun ini terdiri dari 6 seksi yaitu :

Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km,

Seksi 2 Pamulihan-Sumedang sepanjang 17,05 km,

Seksi 3 Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 km.

Seksi IV Cimalaka – Legok sepanjang 8,2 km,

Seksi V A dan B Legok – Ujung Jaya sepanjang 14,9 km,

dan Seksi 6 Ujung Jaya-Dawuan.

Menteri Basuki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengoperasikan Jalan Tol Cisumdawu Seksi 1–3 sebelum pembangunan Seksi 4–6 dinyatakan telah selesai mengingat ruas jalan tol tersebut akan terhubung langsung dengan jalan nasional.