/Dwi Purwantoro , Alumni Program MPSA FT-UGM berhasil membangun 13 Embung di DIY & Jateng, Selama 2 Tahun Memimpin BBWS Serayu – Opak .

Dwi Purwantoro , Alumni Program MPSA FT-UGM berhasil membangun 13 Embung di DIY & Jateng, Selama 2 Tahun Memimpin BBWS Serayu – Opak .

Jakarta – Pergantian pimpinan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu – Opak berpengaruh pada aktivitas pekerjaan yang dikelola instansi tersebut. Selama 2 tahun memimpin, Dwi Purwantoro berhasil membangun sebanyak 13 embung yang tersebar di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Pada tahun 2020, terdapat empat embung yang dibangun. Dua embung dibangun di DI Yogyakarta yaitu embung Imogiri I dan embung UII 2. Kemudian dua embung yang lain dibangun di Jawa Tengah, yaitu embung Pagergunung di Magelang dan embung Bansari di Temanggung. 

Menurut Tampang, selaku Kepala SNVT Pembangunan Bendungan, BBWS Serayu-Opak di tahun 2021 ada 9 embung yang sedang dalam proses pembangunan. Tiga embung di wilayah DI Yogyakarta, dua embung di Cilacap, dua embung di Magelang dan di Banyumas, dan satu embung di Purworejo. 

Tiga embung yang sedang dibangun di wilayah DIY adalah embung Imogiri II, embung Sendangtirto di Sleman dan embung Mualimin di Sedayu. Menurutnya progress pekerjaan berjalan cukup baik meski di awal sempat menghadapi sedikit kendala. 

“Seperti di Muallimin, dulu sempat terkendala karena ada yang lahannya belum clear, tapi sekarang sudah clear dan progresnya juga bagus,” jelasnya.

Pembangunan embung memiliki manfaat yang signifikan dalam penanganan banjir, konservasi, hingga sektor wisata. Contohnya seperti embung Imogiri I yang cukup efektif mengurangi banjir dari sungai Celeng yang ada di sebelahnya. 

“Sebelum ada embung, setiap kali musim hujan pasti banjir paling tidak sampai mata kaki di pemukiman warga. Bahkan pernah sampai pinggang. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak ada luapan air sampai ke pemukiman sejak ada embung,” jelasnya.

Selain itu, embung Imogiri I saat ini mulai banyak dilirik wisatawan. Beberapa masyarakat yang sedang bersepeda biasanya akan menyempatkan diri untuk singgah dan berswafoto di embung tersebut. “Nah karena memang sangat bermanfaat, responnya cukup bagus,” sambungnya. 

Khusus embung UII, selain memiliki fungsi sebagai konservasi, embung ini juga dijadikan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa UII, salah satunya adalah fakultas teknik elektro.

“fakultas teknik elektro UII memanfaatkan embung untuk praktikum pembangkit listrik,” pungkasnya.