//INA – Dubai Port World Kerjasama Pengembangan Pelabuhan Taksir Capai Rp100 Triliun

INA – Dubai Port World Kerjasama Pengembangan Pelabuhan Taksir Capai Rp100 Triliun

Indonesia Investment Authority (INA) dan Dubai Port World (DP World) kembali menandatangani kerja sama strategis untuk meningkatkan sektor kelautan dan pelabuhan indonesia dalam ekosistem manufaktur global.

Kerja sama tersebut difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi. Dimana, penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan pada 31 Oktober 2021, bertempat di Paviliun Indonesia, Dubai Expo 2020.

Rencananya Indonesia Investment Authority (INA) bersama dengan Dubai Port World akan membentuk konsorsium dan tim kerja untuk menjajaki investasi ke tubuh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Peluang Investasi itu termasuk terkait hinterland, terminal domestik, lapangan kargo, sistem jaringan, transportasi menuju dan dari pelabuhan, hingga zona industri. Menurut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) hal ini dinilai merupakan langkah yang luar biasa.

Tidak hanya itu, DP World juga akan membuka peluang kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dengan memanfaatkan platform investasi bersama dengan Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ). Sejak platform tersebut diluncurkan pada 2016, DP World pun telah berinvestasi di 12 terminal pelabuhan secara global.

Kerja sama strategis ini juga selaras dengan misi INA untuk mengoptimalkan investasi di infrastruktur Indonesia dan sumber daya untuk memberikan pembangunan ekonomi jangka panjang.

Adapun Nilai Ekonomi yang dihasilkan dari kerja sama antara INA dan DP World yang ditaksir mencapai US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 105 triliun dalam jangka waktu sampai dengan 30 tahun.

“Itu merupakan langkah yang sangat luar biasa bagus. PT Pelabuhan Indonesia sudah mampu meyakinkan investor untuk berinvestasi senilai US$7,5 millar atau setara Rp100 triliun,” kata Ketua Forum Transportasi Laut MTI Leny Maryouri, Senin (1/11/2021).

Leny juga menyebut pemilihan pelabuhan existing yang akan dikembangkan merupakan langkah yang harus dilakukan. Menurutnya, Dengan Rp 100 triliun mampu merevitalisasi dan mengembangkan 20 pelabuhan existing dengan cara yang efisien.

“Dapat dipilihkan pelabuhan yang sesuai hierarki dari international hub port, distributor and collector ports sampai feeder ports untuk menciptakan jaringan sistem logistik yang optimal dan efisien. Jangan sampai dana diinvestasikan pada lokasi pelabuhan yang salah sehingga menjadi resource yang idle,” imbuhnya.

Menurutnya, kunci untuk mendukung perdagangan dan konsumsi di Indonesia adalah sektor maritim dan pelabuhan Indonesia. Oleh karena itu, kerja sama dengan DP World juga memungkinkan untuk menyelesaikan masalah-masalah tinggi biaya logistik dan inefisiensi pelabuhan.