//Kembali Raih Kontrak Baru, KSO HK – Adhi Karya Garap 2 Proyek Gedung OJK Senilai Rp 326 M.

Kembali Raih Kontrak Baru, KSO HK – Adhi Karya Garap 2 Proyek Gedung OJK Senilai Rp 326 M.

PT Hutama Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) sebagai KSO mendapatkan kontrak senilai Rp 326 Miliar untuk membangun gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jawa Timur dan Sumatera Selatan.

Penandatanganan kontrak proyek ini secara resmi sudah dilakukan pada Juni lalu antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan KSO PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dan PT Hutama Karya (Persero). Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Kepala Departemen Gedung Adhi Karya Yan Arianto, Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya Purnomo, serta Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo. Diketahui dalam kontrak yang sudah disepakati tersebut, dinyatakan bahwa  proyek tersebut akan digarap selama 309 hari kalender atau ditargetkan rampung pada April 2022.

Direktur Operasi II Hutama Karya Ferry Febrianto mengatakan bahwa total kontrak proyek KSO Gedung ini adalah senilai Rp 326.184.936.000,- di mana Kantor Regional 4 Surabaya sebesar Rp179,7 miliar dan Kantor Regional Sumatera Bagian Selatan sebesar Rp 146,4 miliar.

“Dalam KSO ini kami akan menggarap pekerjaan mulai dari perencanaan, pekerjaan struktur, arsitektur, MEEP, interior, hingga landscape. Kami akan benar-benar memperhatikan kualitas dari bangunan yang di kerjakan agar nantinya dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan penggunaan gedung OJK ini,” ujarnya.

Menurut Ferry, Proyek Gedung OJK ini memiliki tantangan tersendiri seperti waktu yang relatif singkat dan area kerja yang sempit sehingga membutuhkan strategi pelaksanaan, fokus dan tenaga ekstra untuk mencapai target penyelesaian. Dimana, Sampai dengan akhir Oktober 2021 pekerjaan sudah mencapai struktur lantai 2.

Diketahui, teknologi yang digunakan KSO Adhi-HK menggunakan metode BIM sehingga berbagai aspek pekerjaan dalam proyek ini termasuk manajemen site dapat dilakukan dengan mudah. Tak hanya itu, lokasi proyek yang berada di jalan protokol dan berbatasan langsung dengan perumahan warga juga menjadi tantangan sendiri, sehingga memerlukan pendekatan sosial yang lebih intens serta sosialisasi di awal pelaksanaan kepada instansi terkait maupun warga sekitar.

Bersamaan dengan pembangunan fisik bangunan, KSO turut memberikan bantuan kepada keluarga Bapak Anwar, yaitu warga yang lokasi rumahnya berbatasan langsung dengan lokasi proyek, dengan merelokasi Bapak Anwar dan keluarganya ke lokasi rumah yang lebih layak huni dan jauh dari gangguan selama pelaksanaan proyek.

“Kami memastikan proyek yang kami bangun tidak merugikan pihak manapun,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa KSO juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat terhadap seluruh karyawan, pekerja, maupun tamu yang datang.

“Sebelum memasuki area proyek, para karyawan dan pekerja dilakukan cek suhu tubuh serta wajib mencuci tangan di lokasi yang disediakan. Wastafel yang disediakan juga menggunakan sistem injak kaki sehingga menunjang keamanan dan kenyamanan. KSO juga memberikan fasilitas vaksin gratis kepada para pekerja dan karyawan yang belum melakukan vaksinasi,” imbuhnya.

Tidak hanya kali ini saja, Sebelumnya Adhi Karya dan Hutama Karya juga sudah banyak berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur, mulai dari gedung hingga jembatan. Kolaborasi yang bagus membuat hasil dari infrastruktur yang dibangun oleh Hutama Karya dan Adhi Karya memiliki tingkat kualitas yang baik. 

“Sudah banyak proyek-proyek kolaborasi Adhi Karya dan Hutama Karya yang selama ini digarap bersama, di antaranya pembangunan Proyek Masjid Al-Jabbar. Adapun proyek Gedung OJK ini juga termasuk kontrak baru yang kami garap. Tentu besar harapan kami dapat menyelesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik dan memenuhi ekspektasi owner.” tutup Ferry Febrianto, Direktur Operasi II Hutama Karya. Melalui pembangunan proyek ini, diharapkan agar Gedung Baru OJK dapat menjadi salah satu gedung perkantoran yang ramah lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi OJK serta menjadi ikon gedung baru di Sumatra Selatan dan Jawa Timur.