//Melemah Dari Kuartal II, Kuartal III : Jateng Alami Pertumbuhan Ekonomi Di Sejumlah Sektor

Melemah Dari Kuartal II, Kuartal III : Jateng Alami Pertumbuhan Ekonomi Di Sejumlah Sektor

Struktur perekonomian Indonesia pada kuartal III-2021 secara spasial masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang salah satunya adalah Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan catatan BPS, Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah pada kuartal/triwullan III-2021 meningkat 2,56% secara year on year. Namun, mengalami pelemahan jika dibanding kuartal II 2021.

Berdasarkan perhitungan ADHB dan ADHK, Saat ini nilai ekonomi Jawa Tengah berada di angka Rp359,54 triliun dan Rp251,24 triliun menyusul nilai ekonomi Jawa Tengah pada periode yang sama ditahun sebelumnya yang dilaporkan berada di posisi Rp344,11 triliun Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan Rp244,97 triliun Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

Menurut sentot selaku Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, sektor non-migas dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 2,80 persen (q to q), sementara PDRB dilaporkan tumbuh 1,66 persen (q to q). Oleh karena itu, sektor non-migas disebut sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada kuartal III/202.

Tidak hanya itu, Sektor usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan pada kuartal III/2021 juga dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 9,04 persen jika dibandingkan dengan kuartal II/2021.

Sementara itu, Sektor usaha lainnya seperti sektor konstruksi juga tercatat mengalami pertumbuhan signifikan yang dilaporkan dengan pertumbuhan PDRB mencapai 12,08 persen, angka ini jauh lebih besar dari periode sebelumnya yang diketahui hanya menyentuh angka 1,89 persen.

Sentot menyebut pertumbuhan tersebut merupakan pertanda baik bagi aktivitas investasi di Jawa Tengah.

Dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, sentot mengatakan kenaikan memang terjadi dibeberapa sektor, namun ada pula beberapa sektor yang mengalami dampak akibat adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Misalnya terkait dengan penyediaan akomodasi dan makanan minuman yang tentu diakibatkan oleh penurunan daripada demand.

Secara khusus, rendahnya mobilitas penduduk baik di dalam ataupun antar wilayah mempengaruhi kinerja sektor akomodasi, makanan dan juga minuman di Jawa Tengah.
Selain itu, BPS Provinsi Jawa Tengah juga mencatat hampir seluruh moda transportasi di Jawa Tengah menujukkan penurunan jumlah penumpang.

Tidak hanya itu, Sentot juga mengatakan jumlah penerbangan domestik terutama di Bandar Internasional Ahmad Yani pada kuartal III/2021tercatat mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal II atau kuartal yang sama pada tahun 2020 yaitu masing-masing turun 61,14 persen dan turun 38,00 persen.

Dalam struktur PDRB, Kinerja sektor industri masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 31,61 persen. Disusul sektor pertanian sebesar 14,62 persen, sektor perdagangan sebesar 13,69 persen dan sektor konstruksi sebesar 11,88 persen.