//Menteri PUPR Tekankan Mahasiswa Harus Punya Pengalaman Lapangan Sebelum Lulus

Menteri PUPR Tekankan Mahasiswa Harus Punya Pengalaman Lapangan Sebelum Lulus

Manado – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kembali menyinggung terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) sektor konstruksi untuk terus mengasah pengalaman lapangan sebelum menyelesaikan masa pembelajaran nya. Hal ini seperti yang ia sampaikan pada saat menjadi pembicara kuliah tamu di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada Senin (2/3) kemarin.

Menteri Basuki menggaris berpesan kepada mahasiswa fakultas teknik dari Unsrat untuk dapat mencari pengalaman di lapangan sebanyak banyaknya sebelum menyelesaikan pendidikan di strata satu atau sarjana.

“Jangan hanya kuliah 3.5 tahun lulus, nanti tidak bisa apa-apa saat memasuki dunia kerja. Harus ada pengalaman di lapangan supaya paham akan melakukan apa nanti saat menjadi engineer,”jelas Menteri Basuki

Menteri Basuki juga menjelaskan saat ini sudah terdapat infrastruktur Kementerian PUPR di wilayah Provinsi Sulawesi Utara yang dapat dimanfaatkan sebagai training ground mahasiswa teknik, hal tersebut meliputi Proyek Tol Manado-Bitung, Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan, serta proyek bendungan lokal. 

Smart is a must but not sufficient. Kesuksesan orang bukan cuma karena smart, bagi saya akhlakul karimah juga penting untuk meraih sukses. Keberadaan anda harus nyaman buat masyarakat, membawa manfaat dan tidak mengancam orang lain,”tambah Menteri Basuki

Baca Juga : Kementerian PUPR Capai 456 KM Pembangunan Jalan Nasional Selama 2019

Menurut Menteri Basuki, sisi akhlakul karimah juga menjadi bagian yang sangat dibutuhkan dalam dunia industri kerja. Seperti contohnya orang yang korupsi bukannya tidak mengetahui hukum namun tidak memiliki akhlakul karimah. Menteri Basuki juga menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur 2015-2019, pembangunan infrastruktur yang pesat ini dalam rangka mengejar kelayakan investasi dan indeks daya saing infrastruktur.

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi selama ini selalu pada kisaran 5%. Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, kedepannya kita harapkan bisa lebih dari itu. Sebagai contoh, sekarang di Ngawi dan Nganjuk telah berkembang kawasan ekonomi karena adanya akses Jalan Tol Trans Jawa,”jelas Menteri Basuki

Kementerian PUPR dalam pencapaian target pembangunan pada tahun 2015-2019 menerapkan lima strategi khusus, yakni Programming yang dilakukan dengan fokus sistematis berdasarkan Tahapan Perencanaan Teknis, Pengadaan Lahan, Pelaksanaan Konstruksi, dan juga Operasi Pemeliharaan (SIDLACOM).

Kemudian strategi kedua atau Decision Making yang harus dibuat secara cepat dan berani mengambil risiko. Ketiga pelaksanaan yang dilakukan secara team work dengan etos kerja rock n roll yakni bekerja 7 hari seminggu dengan 3 shift kerja demi mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur.

Lalu yang keempat pengawasan dengan mitigasi risiko yang baik, dan kemudian yang kelima adalah keamanan bangunan dengan membentuk empat komite keselamatan yakni Komisi Keamanan Bendungan Besar, Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan, Komite Keselamatan Konstruksi dan Komite Keselamatan Bangunan Gedung untuk menjamin keamanan dan keselamatan setiap infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan produk.

Sumber Foto : Dok. Kementerian PUPR