//Proses Administrasi Belum Usai, Groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat Diundur Akhir Tahun

Proses Administrasi Belum Usai, Groundbreaking Pelabuhan Tanjung Carat Diundur Akhir Tahun

Groundbreaking Pelabuhan Laut Dalam Tanjung Carat yang awalnya dijadwalkan pada November 2021 diprediksi akan diundur. Berdasarkan kabar terbaru, peletakan batu pertama megaproyek tersebut diundur menjadi Desember 2021. Hal ini diungkapkan oleh Plt Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Ekowati Retnaningsih.

Penyebab mundurnya jadwal tersebut, Ekowati Retnaningsih mengatakan disebabkan ada beberapa pekerjaan administrasi yang harus dirampungkan.

Jauh sebelum itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan Kementerian Keuangan sudah menyediakan dana sebesar Rp 300 miliar untuk Groundbreaking sebagai tahap awal dalam menetapkan tender pengerjaannya. Hal ini disampaikan Gubernur usai mengikuti video conference pembahasan skema pembiayaan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat dan Ambon Baru, Kamis, 11 Februari 2021.

Berdasarkan keterangannya pada bulan februari lalu, Presiden menargetkan Pelabuhan Laut Dalam (deep sea port) Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin tersebut dapat rampung atau selesai pada 2023 mendatang.

“Targetnya, Presiden menargetkan pada 2023 nanti, Pelabuhan Tanjung Carat rampung. Apalagi, Pembangunan Pelabuhan itu sebagai proyek strategis prioritas nasional yang akhir tahun ini (2021) dilakukan ground breaking.” Ujar Gubernur Sumsel Herman Deru.

Ekowati Retnaningsih juga menegaskan proyek tersebut telah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan telah dibuatkan SK (Surat Keputusan) oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian. Dengan begitu, dia berharap ada banyak kemudahan dan percepatan terhadap mega proyek tersebut.

“Kita undur, jadinya Desember 2021. Tetapi proyek itu tetap masuk dalam proyek strategis nasional (PSN), jadi pasti ada banyak kemudahan dan percepatan,” katanya, Jumat (22/10/2021).

Selain itu, Ekowati Retnaningsih juga mengatakan pihaknya kini tengah mempersiapkan jalur akses menuju pelabuhan mulai dari jalan hingga sarana infrastruktur lainnya. Nantinya, pembangunan ini juga akan mendapatkan bantuan APBN melalui Kementerian PUPR.

“Untuk jalan dikerjakan Dinas PUBM-TR Sumsel. DED (Detail engineering design)-nya sudah. Nanti tahun depan, dibantu APBN oleh Kementerian PUPR  untuk dibuat jalannya,” ucapnya.

Diketahui, Pelabuhan Tanjung Carat digadang-gadang menjadi gerbang ekspor di Sumsel. Tak hanya itu, Pelabuhan ini juga dapat menjadi outlet perkembangan ekonomi di Sumsel yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta bisa meringankan beban Pelabuhan Boom baru yang ada di tengah Kota Palembang yang selama ini pengangkutan komoditas sumsel hanya dilakukan melalui pelabuhan tersebut.

Komoditas tersebut yakni minyak sawit, karet, kelapa dan berbagai komoditas lainnya. Namun, Pelayaran kapal pengangkut kerap kali terhambat dikarenakan adanya pendangkalan sungai serta proses pengangkutan kurang maksimal karena harus melalui Sungai Musi.

Diharapkan pembangunan pelabuhan ini dapat terwujud menyusul setelah pemerintah pusat mengalokasikan anggaran total sebesar US$ 69 juta untuk membiayai Pelabuhan Samudera Tanjung Carat yang menelan anggaran hingga mencapai 2 triliun bersamaan dengan pembangunan Pelabuhan Ambon Baru di Maluku.