//Tingkatkan Layanan Air Minum, PUPR Kebut Pembangunan SPAM Bandar Lampung

Tingkatkan Layanan Air Minum, PUPR Kebut Pembangunan SPAM Bandar Lampung

Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Penyelesaian proyek sistem penyediaan air minum atau SPAM Bandar Lampung tengah dipercepat. Pembangunan SPAM ini dilakukan melalui jaringan air minum perpipaan untuk meningkatkan akses air minum aman bagi masyarakat di Kota Bandar Lampung. Proyek ini ditargetkan rampung lebih cepat dari yang awalnya dijadwalkan pada akhir 2022 dipercepat menjadi juni 2022.

Nantinya, SPAM Bandar Lampung ini akan melayani air minum bagi 60 ribu sambungan rumah (SR) atau setara 300 ribu jiwa di Kota Bandar Lampung.

Diketahui, SPAM bandar lampung ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan dengan skema Kerjasama Pemerintah (Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui PDAM Way Rilau sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK)) dengan Badan Usaha (PT Adhya Tirta Lampung) yang telah dimulai pada 2018. Untuk pekerjaan KPBU selesai pada 2020 seperti unit produksi dan Jaringan Distribusi Utama (JDU) perpompaan.

Selanjutnya, untuk kegiatan yang bersumber dari APBN telah dimulai pada 28 November 2020 dan dikerjakan oleh PT Minarta dan PT Gemilang sebagai Kontraktor Pelaksana. Pekerjaannya yaitu berupa jaringan distribusi dengan sistem gravitasi dengan memanfaatkan intake air baku dari Sungai Way Sekampung.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Lampung Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Maria Doeni Isa mengatakan, kebutuhan air minum di kota Bandar Lampung sangat minim

Adanya Pembangunan SPAM Bandar Lampung ini akan menggandakan layanan air minum perpipaan yang awalnya sekitar 30 persen menjadi 60 persen.

“Bandar Lampung ini penduduknya banyak, tetapi sumber air bakunya di-support kabupaten lain. Jadi ini SPAM-nya dari aliran Sungai Way Sekampung, tapi bendungnya dari Bendungan Argopuro,” katanya dalam kunjungan ke SPAM Bandar Lampung, Rabu (3/11/2021).

Proyek SPAM Bandar Lampung yang dimulai pada 28 November 2020 ini nantinya dapat dimanfaatkan             pengoperasian dan pemeliharaan SPAM yang mencakup intake air baku dengan kapasitas 825 liter per detik dari Sungai Way Sekampung, dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas produksi 750 liter per detik.

Kini, SPAM Bandar Lampung dapat menyuplai air bersih kepada PDAM Way Rilau sebesar 90 liter per detik sehingga dapat menyalurkan untuk 60.000 sambungan rumah (SR), atau sekitar 300.000 jiwa di 8 kecamatan di Kota Bandar Lampung, yakni Kecamatan Rajabasa (4.462 SR), Way Halim (8.836 SR), Tanjung Senang (5.990 SR), Sukabumi (9.337 SR), Labuhan Ratu (5.770 SR), Kedaton (4.406 SR), Sukarame (8.092 SR), dan Kedamaian (6.388 SR).

Maria Doeni Isa mengatakan progres pembangunan fisik SPAM Bandar Lampung hingga 30 Oktober 2021 sudah mencapai 48,14% dengan target Juni 2022 commisioning test, sehingga Juli atau Agustus 2022 sudah selesai 100%.

Menurutnya, target penyelesaian di Juni tahun 2022 merupakan langkah percepatan yang dilakukan dari sebelumnya ditargetkan rampung di akhir tahun 2022.

Dia juga menegaskan kegiatan penyelesaian ini akan selesai di 2022 sehubung dengan adanya kunjungan Pak Menteri PUPR sehingga dilakukanlah percepatan dan pihaknya juga berjanji akan menyelesaikannya pada juni 2022 untuk commissioning dan bisa dimanfaatkan masyarakat Bandar Lampung.

Secara keseluruhan, total investasi yang dialokasikan guna merampungkan SPAM Bandar Lampung mencapai Rp1,3 triliun yang terdiri atas Rp485 miliar dari swasta, Rp258,8 miliar dari viability gap funding (VGF) Kementerian Keuangan, Rp243 miliar dari APBN Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rp150 miliar dari APBD Kota Bandar Lampung dan BUMD PDAM Way Rilau sebesar Rp 131 miliar.

Rencananya, harga air yang dijual ke PDAM sebesar Rp4.200 per meter kubik dan dijual kembali oleh PDAM ke masyarakat sebesar Rp7.000 per meter kubik

Salah satu langkah yang digunakan untuk mempercepat penyelesaian adalah dengan menggunakan metode Horizontal Drilling Direction (HDD) dalam proses pemasangan pipa.

Kepala Satuan Kerja BPPW Lampung M. Syukron Fikri menambahkan, pihaknya akan menambah mesin bor HDD dari dua unit menjadi lima unit agar percepatan target penyelesaian SPAM Bandar Lampung bisa direalisasikan.

Adapun, rencananya pipa yang akan dipasang memiliki panjang 73 kilometer, dan saat ini sudah terpasang pipa sepanjang 48 kilometer. Akan tetapi, tantangan utama dalam pemasangan pipa proyek tersebut adalah kondisi lapangan yang crowded dan padat.

Dia juga menjelaskan proyek SPAM ini menggunakan teknologi perpompaan dan gravitasi dan membutuhkan pekerja sekitar 300 – 400 orang untuk proses penggalian pipa. Proyek ini menggunakan pipa food grade sehingga airnya aman untuk dikonsumsi.