/Jadi Tol Bawah Laut Terdalam di Dunia, Tol Bawah Laut IKN Adaptasi Teknologi Korsel
Dok. Screenshot

Jadi Tol Bawah Laut Terdalam di Dunia, Tol Bawah Laut IKN Adaptasi Teknologi Korsel

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut tol bawah laut yang akan dibangun di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara nantinya akan menjadi tol bawah laut terdalam di dunia.

Tol bawah laut tersebut merupakan bagian dari jalan tol yang akan menghubungkan antara Balikpapan-Samarinda-Jembatan Pulau Balang dengan total panjang kurang lebih 47 kilometer (Km). Lebih tepatnya tol bawah laut sepanjang 1,5 Km tersebut dibangun untuk menghubungkan Jembatan Pulau Balang ke IKN.

Hal yang menjadi alasan dibangunnya tol bawah laut tersebut bukan hanya sebagai peningkatan konektivitas menuju kawasan IKN Nusantara, tetapi juga untuk melindungi habitat yang ada disekitarnya serta menghindari terganggunya ekosistem.

Sehingga jalur tol alternatif ini diperlukan untuk akses tol dari Jembatan Pulau Balang ke IKN yang nantinya akan melalui kawasan atau habitat bekantan, spesies monyet asli Kalimantan yang menjadi hewan langka.

Sumber : MangroveMagz

Dengan demikian, proyek jalan tol di bawah laut tersebut diinisiasi guna menjaga habitat salah satu satwa endemik Kalimantan, yakni Bekantan yang berada di sekitar Teluk Balikpapan, khususnya Pulau Balang.

Adapun inisiasi proyek jalan tol bawah laut ini merupakan hasil kerja sama teknologi dengan Korea Selatan.

Jalan tol yang berada di dalam tabung benam ini akan berbeda dengan konstruksi terowongan tol lainnya yang dimana dalam pembuatannya tidak seperti terowongan pada pembuatan tol darat dengan cara membuat lubang. Namun ada teknologi yang ditiru dari Korsel yang diterapkan pada pembangunan terowongan bawah laut di IKN Nusantara.

Terowongan tol bawah laut ini nantinya akan dibuat didaratan yang kemudian akan ditenggelamkan ke dalam laut. Dengan demikian, terowongan itu konstruksinya tidak akan mengebor lubang di dasar laut.

Guna mewujudkan hal tersebut, Pemerintah saat ini tengah melakukan proses feasibility study (Studi Kelayakan) bersama dengan Korea Selatan untuk menentukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Kementerian PUPR mengungkapkan kebutuhan biaya untuk membangun jalan tol bawah laut di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sekitar Rp4 triliun per km.