/Kementerian PUPR Gunakan FABA Untuk Menaikan Elevasi Tol Semarang-Demak

Kementerian PUPR Gunakan FABA Untuk Menaikan Elevasi Tol Semarang-Demak

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menginformasikan akan menggunakan limbah PLTU yakni fly ash bottom ash (FABA) yang berfungsi sebagai bantalan untuk menaikan elevasi konstruksi di Jalan Tol Semarang-Demak. 

FABA merupakan hasil pembakaran batu bara dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan kegiatan lainnya yang tidak lagi dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. 

Penggunaan bottom ash untuk proyek Tol Semarang-Demak dinyatakan langsung oleh Direktur Bina Teknik Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Nyoman Suayarna. 

“Di situ [sekitar proyek tol Semarang-Demak] ada [pembangkit listrik] PLN. Produknya [FABA] agak banyak. Dari pada menumpuk tidak termanfaatkan, ya dimanfaatkan sehingga [biaya konstruksi] bisa lebih ekonomis,” jelasnya pada Rabu 25/8.

Walaupun Tol Semarang-Demak akan memanfaatkan FABA untuk pembangunannya, akan tetap Suaryana belum berencana untuk menggunakannya di proyek jalan nasional lainnya. Karena, penggunaan FABA masih lebih banyak disorot dari persoalan lingkungan, bukan penguatan konstruksi jalan nasional. 

Diketahui, pengerjaan proyek konstruksi Tol Semarang-Demak terbagi menjadi dua seksi, Seksi 1 Semarang/Kaligawe-Sayung sepanjang 10,39 kilometer, dan Seksi 2 Sayung-Demak sepanjang 16,31 kilometer.

Konstruksi Seksi 1 akan dikerjakan oleh pemerintah, sedangkan Seksi 2 oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak. Seksi 1 akan mulai dikerjakan pada 2022 dan ditargetkan selesai pada 2024. Perkembangan konstruksi yang dilakukan BUJT Tol Semarang-Demak telah mencapai 41.63% pada semester I/2021, dan ditargetkan tuntas pada Juni 2022. 

Nilai investasi untuk proyek pembangunan tol tersebut sebesar Rp 15,3 triliun, dengan biaya pembebasan lahan mencapai Rp 6,8 triliun. 

Pembangunan Jalan tol Semarang-Demak merupakan bagian dari jaringan tol Jawa Koridor pantai utara jawa, yang akan menghubungkan Semarang, Demak, Rembang, Tuban dan Gresik. Tol tersebut juga dapat menghubungkan kawasan-kawasan strategis, seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata, khususnya Demak yang merupakan kawasan wisata religi. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono juga menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Jawa Tengah untuk menyiapkan program relokasi mangrove yang berlokasi di sekitar pembangunan Seksi 1 Tol Semarang-Demak ruas Semarang-Sayung. 

Terdapat 3 lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi. Menurutnya, kawasan mangrove dapat menjadi penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Karena, sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar yang melindungi daerah garis pantai dan menghambat erosi.