/Pasca Resmikan Fly Over Korea, Pemerintah Bakal Bangun 2 Jalan Layang Baru Atasi Kemacetan Di Bandung
Dok. Kementerian PUPR

Pasca Resmikan Fly Over Korea, Pemerintah Bakal Bangun 2 Jalan Layang Baru Atasi Kemacetan Di Bandung

Jalan Layang atau Fly Over Kopo di Kota Bandung, Jawa Barat yang melintasi Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Wahid Hasyim ini telah rampung dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Sabtu, 1 Oktober 2022, setelah dilakukan uji laik fungsi dalam beberapa waktu yang lalu.

Sesuai dalam kontrak pekerjaan, pembangunan Flyover Kopo dimulai pada November tahun 2020 dan ditargetkan selesai pada September tahun 2022.

Fly Over sepanjang 1,3 Kilometer yang dibangun di kota yang terkenal dengan sebutan kota kembang ini dikerjakan oleh kontraktor utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, (PTPP) dan konsultan pengawas PT Perentjana Djaja – PT Diantama Rekanusa, dengan biaya konstruksi mencapai Rp288 Miliar yang dananya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Selain bangun fisik berupa flyover sepanjang 1,3 kilometer, Ditjen Bina Marga melalui BBPJN DKI Jakarta-Jawa Barat juga melakukan pelebaran Jalan Soekarno-Hatta sisi Selatan sepanjang 1,7 kilometer.

Melansir dari laman resmi Bina Marga Kementerian PUPR, konstruksi flyover yang melintas diatas dua persimpangan yaitu Kopo dan Cibaduyut tersebut berjalan lancar dan cepat akibat adanya kolaborasi yang baik antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen  Bina Marga dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan juga Kepolisian.

Sumber : Youtube.com

Bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan dengan berbagi beban tanggung jawab yaitu pembiayaan dan proses pengadaan tanah sebesar Rp141 miliar dilakukan oleh Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, sementara pembangunan fisik menjadi tugas Ditjen Bina Marga.

Sedangkan Kepolisian ditugaskan untuk membantu dalam proses pengaturan lalu lintas karena pekerjaan dilakukan di tengah kota yang padat akan kendaraan. Berkat kerjasama yang baik antara para pemangku kepentingan tersebut, pembangunan flyover Kopo tidak hanya selesai lebih cepat namun juga tidak ada kecelakaan konstruksi selama proses berlangsung.

Keberadaan Fly Over atau yang disebut Fly Over Korea alias Kopo Area ini diklaim mampu mengurangi tingkat kemacetan lantaran dinilai efektif memperlancar arus lalu lintas di wilayah Bandung, terutama di persimpangan Cibaduyut dan persimpangan Kopo yang merupakan titik kemacetan sebelum adanya fly over.

Melihat adanya potensi mengurangi tingkat kemacetan, Dirjen Bina Marga menilai keberadaan jalan layang kopo ini juga dapat mempersingkat waktu tempuh bagi kendaraan yang lewat.

Berdasarkan data, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Khairur Rijal menyampaikan bahwa panjang antrean kendaraan di kaki simpang sebelum ada fly over, sekitar 50-100 meter. Setelah uji kelaikan, saat pemfungsian fly over berjalan, hampir tidak ada antrean kendaraan atau kemacetan di kaki simpang pada jam padat kendaraan.

Setelah sukses membangun Fly Over Kopo, pemerintah kabarnya baru-baru ini juga berencana akan membangun sebanyak dua Fly Over lagi di wilayah Kota Bandung. Sekda Kota Bandung Ema Sumarna yakin dengan terealisasinya rencana tersebut, tingkat kemacetan lalu lintas akan jauh lebih berkurang.

Dua Fly Over tersebut rencananya akan dibangun di atas perlintasan kereta api sebidang Jalan Abdul Rahman Saleh dan persimpangan Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie-Kiaracondong.

Ema mengaku sudah berkoordinasi perihal tersebut dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.