/Pemerintah Menyiapkan Anggaran Infrastruktur Rp 348,8 Triliun Untuk Tahun Depan

Pemerintah Menyiapkan Anggaran Infrastruktur Rp 348,8 Triliun Untuk Tahun Depan

Jakarta – Presiden Joko Widodo menyiapkan anggaran sebesar Rp 348,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022. 

Jokowi menyampaikan, pembangunan infrastruktur diarahkan untuk mendukung penguatan penyediaan pelayanan dasar, mendukung peningkatan produktivitas melalui infrastruktur konektivitas dan mobilitas. 

Selain itu menyediakan infrastruktur energi dan pangan yang terjangkau, andal dan memperhatikan aspek lingkungan, serta pemerataan infrastruktur dan akses Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Kementerian PUPR akan mengerjakan tiga sektor yang terdiri dari pelayanan dasar (air minum, air irigasi, dan fasilitas pemukiman), konektivitas (pembangunan jalan tol dan jalan nasional), dan pangan (food estate). 

Rendahnya pagu indikatif pada sektor air minum, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR menargetkan pembangunan sistem penyediaan air (SPAM) sebesar 110 liter per detik. Selain itu, pihaknya meningkatkan target perluasan sambungan rumah (SR) sebesar 235.225 SR. 

Pembangunan SPAM baru pada 2022 akan mendapatkan pendanaan yang berasal dari pinjaman atau hibah luar negeri. SPAM yang akan dibangun antara lain SPAM Huntap Tondo 1, SPAM Huntap Tondo 2, SPAM Huntap Talise, SPAM Huntap Pombewe, SPAM IKK Barombong, dan SPAM Wosusokas. 

Sedangkan perluasan sambungan rumah akan dilakukan dengan cara perluasan SPAM sebanyak 12.800 SR, optimalisasi SPAM sekitar 12.025 SR, dan SPAM berbasis.

Untuk program konektivitas 2022 mendatang, Kementerian PUPR akan melakukan pembangunan sembilan ruas jalan nasional bukan tol sepanjang 239 kilometer, preservasi dan peningkatan struktur pada 25 ruas jalan sepanjang 2.230 kilometer, dan penanganan mendesak dan tanggap darurat. 

Ditjen Bina Marga menyampaikan memiliki dua target utama pada 2024, yaitu pengoperasian jalan tol sepanjang 4.630,25 kilometer dan persentase kemantapan jalan nasional di level 97%. 

Realisasi operasional jalan tol hingga awal 2021 baru mencapai 2.342,42 kilometer, dan persentase kemantapan jalan nasional berada di level 91,27% atau sekitar 47.717 kilometer. 

“Untuk mendukung target pembangunan infrastruktur. strategi memadukan anggaran dengan bauran pendanaan atau blended finance akan terus dilakukan,” jelasnya. 

Diketahui anggaran yang disiapkan untuk tahun depan memiliki nilai lebih besar 98,18% dari pagu indikatif yang diajukan Kementerian PUPR untuk Tahun Anggaran 2022 yakni Rp 176 triliun. Namun, anggaran infrastruktur pada tahun depan tercatat menyusut 15,74% dari anggaran infrastruktur tahun ini senilai Rp 414 triliun. 

Jokowi juga menyampaikan skema pendanaan dengan swasta dan KPBU akan menjadi model pembiayaan yang terus diperkuat oleh pemerintah. 

“Bauran pendanaan antara Kementerian/Lembaga, BUMN, dan Swasta akan terus diperkuat,” pungkasnya.