/Progress Capai 40,81 Persen, Konstruksi Jalan Tol Padang-Sicincin Target Selesai 2022

Progress Capai 40,81 Persen, Konstruksi Jalan Tol Padang-Sicincin Target Selesai 2022

Jakarta – Progres pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin dengan total panjang 36,15 kilometer telah mencapai 40,81% dan ditargetkan konstruksi selesai pada Desember 2022.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menyampaikan, Tol Padang-Sicincin dibangun untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar daerah. 

“Pembangunan jalan bebas hambatan ini akan meningkatkan konektivitas antara Sumatera Barat dengan Riau,” jelas Basuki dalam keterangan tertulis pada Minggu (11/7).

Jalan tol Padang-Sicincin merupakan bagian dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru yang pembangunannya dimulai pada 20 Desember 2018, dengan total panjang 256 kilometer dan terbagi menjadi 6 seksi. Tol Padang-Pekanbaru merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) sepanjang 3.049 kilometer dan terdiri dari koridor utama (backbone) sepanjang 2.105 kilometer dan koridor pendukung (sirip) sepanjang 944 kilometer. 

Keenam seksi tersebut yakni, Seksi I Padang-Sicincin dengan panjang 36,15 kilometer, Seksi II Sicincin-Bukittinggi 38 kilometer, dan Seksi III Bukittinggi-Payakumbuh sepanjang 34 kilometer. 

Kemudian Seksi IV Payakumbuh-Pangkalan dengan panjang 58 kilometer, Seksi V Pangkalan-Bangkinang 56 kilometer, dan Seksi VI Bangkinang-Pekanbaru 40 kilometer. Rencananya Tol Padang-Pekanbaru akan beroperasi sepenuhnya pada tahun 2025.

Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai investasi sebesar Rp 78 triliun melalui Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) yang telah ditandatangani pada tanggal 11 Oktober 2017.

Jalan tol Padang-Sicincin direncanakan memiliki total 3 gerbang tol, 24 jembatan, dan memiliki 1 rest area. Proses pengerjaan yang dilakukan antara lain, peletakan timbunan, pelapisan pondasi dasar base A, pelapisan rabat beton (Lean Concrete/LC), perkerasan kaku (rigid pavement), membangun struktur bawah jembatan, dan box traffic.

Inovasi yang diterapkan di Jalan tol Padang-Sicincin adalah penggunaan full displacement column untuk metode perbaikan tanah lunak agar tidak perlu waktu tunggu untuk konsolidasi tanah eksisting.