/Teknologi Corrugated Steel Plate (CSP) Digunakan Pada Proyek Tol Binjai-Pangkalan Brandan

Teknologi Corrugated Steel Plate (CSP) Digunakan Pada Proyek Tol Binjai-Pangkalan Brandan

Jakarta – Proyek infrastruktur yang tengah menjadi fokus adalah pembangunan jalan tol Trans-Sumatera pada ruas Binjai-Pangkalan Brandan. PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya PT Hutama Karya Infrastruktur membangun Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Binjai-Pangkalan Brandan sepanjang 57,4 kilometer ditargetkan selesai pada tahun 2022.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menyampaikan, hingga saat ini perkembangan konstruksi Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan ini baru mencapai 35 persen dengan progres lahan 26 persen. 

“Kami memprioritaskan pengerjaan di Binjai-Pangkalan Brandan karena melihat analisis kepadatan kendaraan di kawasan ini sudah sangat meningkat,” jelas Koentjoro.

Dalam proyek pembangunan jalan tol ini, PT Hutama Karya Infrastruktur menggunakan teknologi Corrugated Steel Plate (CSP). Pemanfaatan teknologi ini menjadi inovatif, tidak lain untuk eskalasi produktivitas dengan memanfaatkan konstruksi CSP sebagai alternatif pada beberapa konstruksi Box Underpass Beton (BUB).

Teknologi Corrugated Steel Plate (CSP) adalah struktur plat baja yang dikreasikan dalam bentuk bergelombang. Hal ini yang membuat teknologi ini memiliki peningkatan dalam kekuatan pada struktur dan durabilitas yang tinggi. Sehingga proses pengerjaan di lokasi akan sangat minim dan lebih bersih. 

Koentjoro menjelaskan, untuk tahap awal pembangunan Tol Binjai-Pangkalan Brandan, perusahaan memprioritaskan penyelesaian tiga seksi yaitu, seksi 1 Binjai-Stabat sepanjang 12,3 kilometer, seksi 2 Stabat-Tanjungpura sepanjang 26,2 kilometer, dan seksi 3 Tanjungpura-Pangkalan Brandan sepanjang 18,9 kilometer. 

Dalam proses pengerjaan proyek ini, Aji Prasetyanti selaku Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur menjelaskan, bahwa pada pengerjaan jalan tol Binjai-Pangkalan Brandan dari segi teknis memiliki tantangan dan permasalahannya sendiri. Kondisi kontur eksisting pada tanah dasar di lapangan bervariasi. Sehingga metode pelaksanaan pengerjaan antar lokasi juga berbeda-beda. Kemudian HKI juga merencanakan untuk menjalankan proyek pada segmentasi jembatan layang. 

“Tidak hanya membangun badan jalan tol (pekerjaan landed), HKI juga akan membangun beberapa segmen layang termasuk dua jembatan bentang panjang Tol Binjai-Pangkalan Brandan ini, karena melewati dua sungai besar,” jelas Aji.

Jembatan bentang panjang tersebut terletak di Sungai Sei Wampu dengan total panjang 230 meter dan Sungai Batang Serangan dengan total panjang 178 meter. 

“Pembangunan jembatan bentang di atas sungai ini juga memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi,” kata Aji. 

Untuk menjamin mutu saat pelaksanaan di lapangan, HKI menggunakan beberapa alat khusus, antara lain alat Dowel Bar Inserter (DBI). DBI digunakan pada alat Wirtgen untuk pemasangan besi dowel pada batas setiap segmen rigid.

Sehingga proses pengerjaan rigid bisa dilaksanakan lebih cepat, dengan pemasangan yang lebih sempurna, dan fungsi pemasangan dowel bisa maksimal.