/Tingkatkan SDM Ahli Dalam Pembangunan Infrastruktur, Kementerian PUPR Kembali Lanjutkan Program Magister Super Spesialis

Tingkatkan SDM Ahli Dalam Pembangunan Infrastruktur, Kementerian PUPR Kembali Lanjutkan Program Magister Super Spesialis

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kembali melanjutkan Program Magister Super Spesialis angkatan 2021/2022 dan telah menerima 156 orang terseleksi yang berasal dari Kementerian PUPR dan enam BUMN yakni PT PP (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero). 

Diketahui, Program Magister Super Spesialis sudah memasuki angkatan kedua, program ini diluncurkan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang ahli, kompeten, terampil, dan dinamis dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, program ini adalah bentuk dukungan Kementerian PUPR pada program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). 

Menurutnya lulusan dari program ini akan memegang peran penting dalam Kementerian PUPR. Kedepannya pembangunan infrastruktur harus menerapkan konsep green infrastructure dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan tidak merusaknya. 

“Sebagai contoh, di bidang eksplorasi air tanah dalam, ini adalah ilmu yang langka yang masih jarang dimiliki kemampuannya di Kementerian PUPR,” katanya.

Basuki juga memberikan contoh pembangunan Jalan Tol Bawean-Yogya yang tidak membelah tebing/bukit namun dibuatkan terowongan. Hal itu merupakan pembangunan yang menerapkan konsep green infrastructure, karena tidak merusak lingkungan. 

“Untuk itu ahli-ahli kita harus kita siapkan dari sekarang lewat program super spesialis. Orang PU harus kuat, berani, dan berjiwa seni. Kuat kalau dia kompeten dan profesional di bidangnya, salah satunya bisa didapat lewat program ini. Manfaatkan kesempatan ini, harus lebih bersemangat belajar tidak hanya untuk mengejar ijazah, tetapi menambah kemampuan di bidang spesialis,” pesan Menteri Basuki. 

Nadiem Makarim selaku Mendikbud Ristek menyambut dengan positif Program Magister Super Spesialis dimana Kementerian PUPR mengambil peran bersama perguruan tinggi mewujudkan percontohan kampus merdeka di dalam transformasi dunia pendidikan Indonesia untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia nyata. 

“Dengan fokus sebesar 70% project based learn, program ini sangat sesuai dengan program transformasi kampus merdeka yang sedang ingin kita ciptakan. Kita ingin anak-anak Indonesia keluar dari kampus untuk belajar bersama dosen untuk mendapatkan pengalaman riset, industri dan lainnya. Sebanyak mungkin praktisi harus dilibatkan menjadi mentor,” tutur Menteri Nadiem. 

Program Magister Super Spesialis ini terdiri dari 11 program studi yang dilaksanakan bersama empat perguruan tinggi negeri (PTN) yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Diponegoro (UNDIP).