/WIKA Siapkan Anggaran Rp 6,9 Triliun Untuk Bisnis Baru Bidang Kebandaraudaraan

WIKA Siapkan Anggaran Rp 6,9 Triliun Untuk Bisnis Baru Bidang Kebandaraudaraan

Jakarta – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang merupakan perusahaan kontraktor di Indonesia, sedang menyiapkan anggaran senilai Rp 6,9 triliun untuk pengembangan bisnis baru pada bidang penyelenggaraan kebandaraudaraan. 

Direktur Human Capital dan Pengembangan Wijaya Karya, Mursyid menyampaikan bahwa saat ini WIKA sedang membentuk badan usaha pelaksana yang diharapkan akan terbentuk pada akhir November 2021 dan berlaku efektif pada April 2022. 

Bentuk bisnis yang dijalankan oleh WIKA pada bidang kendaraudaraan ini akan meliputi pengelolaan bandara termasuk melakukan renovasi terminal yang sudah ada sekaligus mengelola kargo di Bandara Hang Nadim Batam dengan sistem profit sharing. 

“Untuk yang aero dan nonaero itu 30% ke pemimpin bandara yaitu BP Batam, dan untuk kargo 60%,”jelas Mursyid. 

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya, Mahendra Vijaya menyampaikan bahwa perseroan akan menjalankan kegiatan usaha penyelenggaraan kebandaraudaraan termasuk investasi pada Bandara Internasional Hand Nadim Batam dengan kontrak pengelolaan selama 25 tahun. Hal ini merupakan salah satu upaya pengembangan bisnis.

Diketahui, WIKA menjalankan bisnis bandara ini bersama PT Angkasa Pura I dan Incheon Airport Corporation. Disebutkan dalam Konsorsium A1-IIAC-WIKA, emiten dengan kode WIKA ini memegang kepemilikan saham sebesar 19%. Incheon 30%, dan Angkasa Pura I 51%. 

“Total capex yang akan kami pakai adalah sebesar Rp 6,9 triliun hampir Rp 7 Triliun di mana khusus untuk WIKA dengan porsi 19% ini untuk ekuitasnya sekitar Rp 170 miliar,” imbuh Mursyid.

WIKA berencana membayarkan modal sekitar Rp 110 miliar ke dalam konsorsium tahun 2022 dan sisanya akan dibayarkan pada 2023 dan 2024. 

Saat ini WIKA telah memperoleh penunjukan dari Panitia Pengadaan Proyek KPBU Bandara Hang Nadim Batam di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Batam (BP Batam). Dalam penunjukan tersebut, WIKA akan melaksanakan kegiatan manajemen infrastruktur bandara dan penunjangnya. 

Menurut Mahendra, bisnis bandar udara memiliki peluang dan fungsi sebagai akses perhubungan internasional. Harapannya dengan mengelola bisnis pada bidang ini, WIKA bisa menambah portofolio proyek strategis. 

Benefit lainnya yang akan didapatkan oleh WIKA dari pengembangan bisnis ini, yakni perolehan omset kontrak konstruksi atas high right to match, potensi mendapat pendapatan berulang selama masa kerjasama, potensi aset recycling, hingga mendapatkan transfer pengetahuan dalam bisnis aviasi.